Kompetisi sepak bola terbaik datang dari benua Amerika Selatan. Copa America adalah turnamen yang mirip dengan Euro, hanya saja diikuti oleh tim-tim asal Amerika Selatan seperti Argentina, Brazil, Uruguay, dan yang lainnya. Kompetisi ini diikuti oleh pemain-pemain terbaik seperti Lionel Messi, Neymar, dan Luis Suarez. Argentina menjadi negara yang paling banyak memenangkan kompetisi ini dengan jumlah 15 gelar.Kali ini, kami akan merangkum turnamen sepak bola yang paling prestisus dan memikat banyak penonton. Turnamen di bawah ini kami ambil berdasarkan jumlah penonton yang ada di stadion maupun yang menyaksikannya di layar kaca.Paling terbaru adalah FIBA World Cup diselenggarakan 5 tahun sekali untuk menghindari bentrokan dengan jadawal Piala Dunia FIFA (sepak bola). Dan acara ini akan kembali digelar pada tahun 2023 nanti dengan Jepang dan China yang menjadi tuan rumah.Grand Slam menjadi satu-satunya turnamen pertandingan tennis yang memiliki hadiah $22.000.000 dan pemenangnya mendapayykan 2000 point. Grand Slam merupakan penggabungan dari beberapa serie tertinggi yang diadakan di Amerika, Prancis, Australia, dan Inggris.

Sirkuit ini terletak pada kota Spielberg yang menjadi markas tim KTM. Lintasan ini hanya berjarak 4,3 km saja yang menjadikan sirkuit terpendek nomor 5. Meski begitu, banyak sekali aksi yang ditunjukan para pebalap MotoGP mengingat trek ini cukup lebar. Sirkuit ini juga digunakan untuk balapan Formula 1.Karena bisa dimainkan secara tunggal dan ganda, ada peraturannya masing-masing. Dimana peraturan dalam permainan tunggal salah satunya ketika melakukan servis. Jika pelaku servis bernilai 0 atau pada angka genap dalam pertandingan, misalnya 2, 4, 6, dan seterusnya harus pukul dan menerima servis dari bidang sebelah kanan.

Sirkuit selanjutnya datang dari negara tetangga. Sepang merupakan sirkuit yang memiliki trek lurus terpanjang dengan ukuran 920 meter. Jumlah tikungan pada trek ini sebanyak 15. Sirkuit ini akan selalu dikenang ketika Valentino Rossi yang menjadi penyebab Marc Marquez terjatuh. Selain itu, pada tahun 2011, terjadi perisitiwa kelam dimana Marco Simoncelli meninggal akibat kecelakaan yang menimpa dirinya.